Selasa, 02 Desember 2025

Polres Sumenep Amankan Buronan Kasus Pencurian Dua Ekor Sapi*


 *



SUMENEP - Satreskrim Polres Sumenep Polda Jatim kembali menunjukkan komitmennya dalam menindak tegas pelaku kejahatan.


Kali ini, Satreskrim Polres Sumenep Polda Jatim berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian hewan berupa sapi di wilayah Kecamatan Ganding. 


Kasus ini bermula dari laporan seorang warga Dusun Mandala Barat, Desa Gadu Barat, yang kehilangan Dua ekor sapi miliknya pada 8 Maret 2023 tahun lalu.


Berdasarkan hasil penyelidikan, Unit Resmob Polres Sumenep Polda Jatim sebelumnya telah menangkap seorang tersangka inisisial SUP.


Dari keterangan SUP,  terungkap bahwa aksi pencurian tersebut dilakukan bersama seorang pelaku lain bernama RUK warga Desa Daramista, Kecamatan Lenteng. 


Namun setelah kejadian, tersangka RUK melarikan diri dan keberadaannya tidak diketahui.


Polisi terus melakukan serangkaian penyelidikan mendalam hingga akhirnya Unit Resmob Polres Sumenep Polda Jatim mendapatkan informasi mengenai persembunyian tersangka. 


Pada Sabtu, 29 November 2025 sekira pukul 19.00 WIB, petugas berhasil melakukan penangkapan terhadap RUK di wilayah Kabupaten Kediri.


Dalam proses pemeriksaan, tersangka mengakui keterlibatannya dan menjelaskan bahwa aksi pencurian dilakukan dengan cara masuk ke kandang, memotong tali pengikat dua ekor sapi, dan membawa hewan tersebut keluar dari kandang.


Dari ungkap kasus ini, petugas turut mengamankan barang bukti berupa Dua ekor sapi hasil kejahatan. 


Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-1, 3, 4, 5 dan ayat (2) junto Pasal 55 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.


Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K melalui Kasi Humas, AKP Widiarti menegaskan, Polres Sumenep Polda Jatim terus berkomitmen penuh dalam memberantas kejahatan yang meresahkan masyarakat, termasuk pencurian hewan yang seringkali menjadi keresahan di wilayah pedesaan. 


"Kami mengimbau masyarakat untuk terus bekerja sama dengan kepolisian dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan,” ujarnya, Selasa (2/12).


Dengan keberhasilan ini, Polres Sumenep menegaskan bahwa setiap bentuk tindak kriminal akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku demi menjaga rasa aman dan nyaman masyarakat. (*)

Polres Madiun Luncurkan Mobil SIGAPP dan PESILAT untuk Pelayanan Masyarakat*


 *


MADIUN – Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara secara resmi melaunching dua inovasi pelayanan publik unggulan Polres Madiun, Polda Jatim pada Senin (1/12).


Dua inovasi itu adalah Mobil SIGAPP (SIM, SKCK, SPKT Gerak Aktif Pelayanan Polri) dan PESILAT (Pelayanan Pemeriksaan Saksi Lebih Cepat ) Satreskrim Polres Madiun.


Inovasi tersebut sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan humanis kepada masyarakat.


Kapolres mengatakan bahwa Inovasi Mobil SIGAPP Keliling Polres Madiun Polda Jatim merupakan layanan publik yang menghadirkan pelayanan perpanjangan SIM A/C, penerbitan SKCK baru maupun perpanjangan, serta layanan SPKT (laporan/pengaduan) secara mobile dengan mendatangi lokasi-lokasi tertentu. 


“Kehadiran SIGAPP diharapkan mampu mempermudah masyarakat, terutama di wilayah yang jauh dari kantor kepolisian, untuk memperoleh pelayanan Polri tanpa harus datang ke kantor Polres,” kata AKBP Kemas.


Selain itu, Kapolres Madiun juga memperkenalkan inovasi PESILAT Satreskrim Polres Madiun, yaitu Pelayanan Pemeriksaan Saksi Lebih Cepat. 


“Program ini memberikan kemudahan kepada masyarakat yang berstatus saksi, baik pelapor/korban maupun saksi ahli, untuk dilakukan pemeriksaan di rumah atau lokasi yang memungkinkan," terang AKBP Kemas.


Inovasi ini ditujukan khusus bagi kelompok rentan seperti korban bencana, anak-anak, lansia, ibu hamil/menyusui, disabilitas, serta kondisi tertentu yang menyulitkan kehadiran di kantor Polisi.


Kapolres Madiun menyampaikan bahwa kedua inovasi ini merupakan wujud nyata implementasi pelayanan prima Polri yang Presisi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


“Dengan diresmikannya Mobil SIGAPP dan PESILAT Satreskrim, semoga pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, mudah, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga wilayah terpencil,” pungkasnya. (*)

Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 Salurkan Bantuan Besar untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Aceh Tamiang*


 *SIARAN PERS*


*

Batalyon Dhira Brata Alumni Akpol 1990 yang diwakili Brigadir Jenderal Polisi Mashudi, S.I.K., S.H., M.Hum. (Kepala Pusat Inafis Bareskrim Polri), bersama Brigjen Pol (Purn) Purwoko Y., Brigjen Pol (Purn) Fajarudin, dan Kombes Pol Ponadi, menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang yang saat ini terdampak parah banjir bandang dan longsor.


Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak bencana. Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi melaporkan bahwa 90 persen wilayah setempat terendam banjir, menyebabkan aktivitas sosial serta ekonomi lumpuh total. Bahkan kantor pemerintahan, Kodim, hingga Polres pun ikut terdampak. Banyak daerah masih terisolir dan sebagian warga belum menerima bantuan.


Bantuan dari Batalyon Dhira Brata Akpol ’90 diserahkan kepada Perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, yakni Kadis Sosial Safii, anggota DPRD Saiful Bahri, dan tokoh masyarakat Popon. Penyerahan dilakukan di atas Kapal KN Berhala milik Navigasi Ditjen Perhubungan Laut.


Adapun bantuan yang disalurkan meliputi:


A. Bantuan Pembelian

1. Beras @5 kg dan @10 kg dengan total ± 32 ton

2. Mie instan ± 1.100 kardus

3. Minyak makan 310 dus kemasan 1 liter (12 botol/dus)

4. Tambahan mie instan 200 dus

5. Air mineral 300 dus


B. Bantuan dari Warga Aceh Tamiang di Medan

1. Popok anak

2. Air mineral ± 30 dus

3. Kue roti Unibis 5 kardus

4. Biskuit 30 kardus

5. Minyak makan 50 kardus


Pengangkutan seluruh bantuan tersebut dilakukan bersamaan dengan bantuan dari berbagai instansi di wilayah Medan, dan langsung ditinjau oleh Menteri Perhubungan serta para Dirjen di lingkungan Kementerian Perhubungan. Secara khusus, Menteri Perhubungan memberikan apresiasi kepada Alumni Akpol 1990, karena bantuan yang diinisiasi oleh Wakapolri selaku Ketua Umum Alumni Akpol ’90 ini menjadi salah satu yang terbesar jumlahnya di antara seluruh bantuan yang diberangkatkan hari ini.


Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 menegaskan komitmennya untuk terus hadir bagi masyarakat yang membutuhkan, serta memastikan bantuan menjangkau wilayah-wilayah yang masih terisolir akibat bencana besar di Aceh Tamiang.

SLOG Polri Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Aceh, Proses Pengiriman Melalui Bandara Soekarno-Hatta Dimulai Hari Ini


 


Jakarta – Polri kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Aceh yang masih terdampak bencana. Paket bantuan dalam jumlah besar tersebut diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 190, pukul 16.35 – 19.00 WIB, tujuan Kuala Namu (KNO).


Bantuan berasal dari Satuan Logistik (SLOG) Polri dan saat ini seluruh barang telah berada di RA Rawa Bokor – PT Adhia Avia Prima untuk proses booking dan loading sebelum diterbangkan.


Adapun rincian barang bantuan kemanusiaan yang dikirimkan antara lain:


1. Pakaian sekolah 500 pcs (5 karung)


2. Tas sekolah 500 pcs (2 karung)


3. Obat-obatan 800 pcs (4 koli)


4. Minyak angin 300 pcs (3 koli)


5. Minyak telon 300 pcs (4 koli)


6. Kasur lipat 100 pcs


7. Selimut 2.000 pcs (11 karung)


8. Perahu karet 2 set


9. Tenda pleton 10 set


10. Velbed 250 pcs (62 dos + 2 eceran)


11. MTP FT 30 dos


12. Pemanas 65 dos


13. Ponco 500 pcs (16 dos + 20 eceran)


14. Makanan cepat saji 281 dos


15. Lampu penerangan 20 pcs


16. Wontech WiFi 1 unit (tidak diberangkatkan karena kategori DG)


17. Genset portabel + solar panel 1 set (tidak diberangkatkan karena kategori DG)


18. Aneka makanan bayi 3.000 pcs (96 dus)


Untuk barang nomor 16 dan 17, pihak maskapai menolak pengiriman karena termasuk kategori Dangerous Goods (DG). Kedua barang tersebut akan dikembalikan ke gudang cargo Rimbun dan dijadwalkan untuk dikirim bersama barang lainnya pada pengiriman berikutnya.


Karo Penmas Divhumas Polri menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan arahan langsung dari Kapolri agar kebutuhan mendesak masyarakat Aceh dapat segera dipenuhi.


“Bapak Kapolri memerintahkan agar distribusi bantuan dilakukan secepat mungkin. SLOG Polri bergerak cepat memastikan seluruh logistik bisa terangkut hari ini menuju Aceh untuk membantu masyarakat yang masih terdampak bencana,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko 


Beliau juga menegaskan bahwa Polri akan terus memonitor proses pengiriman hingga bantuan benar-benar tiba di lokasi.


“Polri memastikan setiap bantuan yang dikirimkan tepat guna dan tepat sasaran. Barang yang belum dapat diterbangkan karena kategori DG akan segera dijadwalkan ulang. Prinsipnya, semua kebutuhan masyarakat harus terpenuhi tanpa hambatan,” tambahnya.


Dengan proses ini, Polri berharap dukungan logistik dapat segera memperkuat penanganan bencana dan membantu meringankan beban masyarakat Aceh.

Polri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional: Wakapolri Bersama Menko Pangan Tanam Jagung di Lampung Selatan*


 *SIARAN PERS POLRI*

*Selasa, 2 Desember 2025*


*


Lampung Selatan — Upaya nyata Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali mendapat perhatian publik setelah Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo bersama Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam kegiatan Penanaman Jagung Menuju Swasembada Pangan di Lampung Selatan, Selasa (2/12/2025). Kehadiran Polri dalam agenda ini menegaskan peran strategis lembaga kepolisian yang kini tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak ketahanan pangan melalui program penanaman jagung berskala nasional.


Menko Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi sinergi Polri yang selama ini memainkan peran signifikan dalam percepatan produksi jagung. “Lampung memiliki potensi luar biasa. Penanaman jagung harus menjadi gerakan bersama agar Indonesia mencapai swasembada pangan. Polri telah memberi contoh bagaimana institusi negara dapat terlibat langsung dalam memperkuat produksi nasional,” ujarnya.


Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan Polri merupakan wujud komitmen nyata institusi dalam mendukung kebijakan pemerintah. “Polri siap mendukung seluruh kebijakan pemerintah, termasuk menjaga stabilitas keamanan agar proses produksi dan distribusi pangan berjalan lancar. Ketahanan pangan ini bukan hanya program, tetapi kerja bersama yang terus kami akselerasi,” ungkapnya.


POLRI JADI PENDORONG UTAMA PRODUKSI JAGUNG NASIONAL


Keberhasilan Polri dalam program penanaman jagung kini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan cadangan pangan nasional. Hingga saat ini Polri telah memetakan potensi lahan seluas 1.378.608,67 hektare, terdiri dari 881.743,02 hektare lahan produktif dan 496.865,65 hektare lahan baku sawah (LBS). Potensi yang besar ini menjadi modal utama dalam memperluas cakupan produksi pangan nasional.


Dari total potensi tersebut, Polri sudah mengelola dan menanam di lahan seluas 633.945,06 hektare — terdiri dari 518.994,39 hektare lahan produktif dan 114.950,67 hektare lahan baku sawah. Program ini tidak hanya memperluas area tanam, tetapi juga memberdayakan masyarakat. Polri telah membina 30.548 kelompok tani yang melibatkan 602.208 petani di seluruh Indonesia, menjadikan program ini sebagai gerakan besar yang menyentuh langsung rakyat di tingkat desa.


Hasilnya terlihat nyata. Pada Kuartal I–III Tahun 2025, Polri mencatat hasil panen mencapai 2.835.173 ton jagung. Sementara penanaman Kuartal IV yang tengah berlangsung di lahan seluas 412.898,32 hektare memiliki estimasi panen antara 1,65 hingga 4,12 juta ton. Dengan capaian tersebut, kontribusi Polri terhadap produksi pangan nasional semakin kokoh dan strategis.


KONTRIBUSI KHUSUS DI LAMPUNG DAN AGENDA HARI INI


Di Provinsi Lampung, penanaman jagung Kuartal IV dilaksanakan pada lahan seluas 1.054,10 hektare di 15 kabupaten/kota dengan estimasi hasil 4.216,40 ton. Khusus hari ini, penanaman dilakukan di lahan seluas 89 hektare di Desa Ruguk dan Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, dengan estimasi panen 267 ton.


Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebutkan bahwa kondisi harga jagung saat ini sangat menguntungkan petani, bahkan bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp5 juta per bulan. Ia memastikan serapan hasil panen terjamin karena kebutuhan industri pakan ayam di Lampung sangat besar. “Petani tidak perlu khawatir, serapan jagung di Lampung kuat dan stabil,” ujarnya.


HASIL PANEN POLRI PERKUAT STOK BULOG NASIONAL


Kontribusi Polri tidak hanya berhenti di produksi, tetapi juga pada penguatan cadangan pangan pemerintah. Hingga 1 Desember 2025, Perum Bulog telah menyerap 99.185 ton jagung dari lahan binaan Polri, atau 67,3% dari kapasitas total gudang nasional sebesar 147.483 ton. Untuk Provinsi Lampung, penyerapan mencapai 19.724 ton, atau 84,8% dari target 23.250 ton.


Untuk memastikan kualitas dan penyerapan optimal, Polri telah membangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 provinsi, masing-masing berkapasitas 1.000 ton. Salah satunya terletak di Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Gudang tersebut dilengkapi mobil mesin pipil jagung, vertical dryer, dan traktor tangan untuk mendukung proses pengeringan serta penyiapan pascapanen sebelum distribusi.


POLRI MENDORONG SWASEMBADA PANGAN SEBAGAI GERAKAN NASIONAL


Keikutsertaan Wakapolri dalam kegiatan penanaman jagung hari ini menjadi penegasan bahwa Polri memandang ketahanan pangan sebagai bagian dari misi nasional yang harus dicapai bersama. Melalui pengelolaan lahan luas, pembinaan kelompok tani, peningkatan hasil produksi, hingga dukungan penyerapan oleh Bulog, Polri menunjukkan bahwa institusi keamanan dapat mengambil peran besar dalam mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan.


Dengan capaian yang terus meningkat, Polri siap melanjutkan kontribusi strategisnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari program ini.

Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari Tinjau Udara Dampak Banjir Longsor Sumut, Pastikan Percepatan Bantuan untuk Warga


 

Sumatera Utara – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Umum Bhayangkari melakukan patroli udara menggunakan helikopter untuk memantau langsung situasi bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Dalam peninjauan tersebut, Kapolri melihat secara menyeluruh dampak kerusakan akibat bencana, termasuk infrastruktur vital yang tampak terputus total dan tergerus derasnya arus.


Patroli udara yang melibatkan tiga helikopter ini juga diikuti Menko PMK, Kapolda Sumut hingga Ketua Umum Bhayangkari. Dari udara, Kapolri memastikan bahwa sejumlah wilayah masih terendam banjir dan beberapa jalur utama tidak dapat dilalui.


Usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau korban bencana sebelumnya, Kapolri menyampaikan bahwa ada beberapa instruksi langsung yang harus segera dilaksanakan. Presiden meminta agar perbaikan jalur terputus dipercepat serta seluruh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk bahan makanan, pakaian, hingga kebutuhan penting seperti BBM subsidi dapat segera dipenuhi.


"Ada beberapa hal menjadi perhatian, kaitannya dengan jalur-jalur yang terputus. Tadi arahan beliau untuk segera dilakukan perbaikan," ujar Sigit. Ia menegaskan bahwa instruksi Presiden sudah diteruskan kepada seluruh instansi terkait, mulai dari kementerian, lembaga, TNI-Polri hingga jajaran forkopimda untuk memastikan penanganan bencana berjalan terpadu dan maksimal.


Dalam kesempatan itu, Kapolri menegaskan bahwa distribusi bantuan logistik tidak boleh terhambat, terutama untuk daerah yang kini terisolasi. Polri memastikan seluruh proses penyaluran dilakukan dengan sigap dan penuh kepedulian.


Sebagai bentuk kehadiran negara, Kapolri juga menyerahkan secara simbolik delapan truk bantuan ‘Polri untuk Masyarakat’ yang berisi bahan makanan, pakaian dan kebutuhan sehari-hari kepada Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu. Bantuan tersebut langsung didistribusikan ke posko pengungsian warga terdampak banjir di GOR Pandan, Tapanuli Tengah.


"Intinya beliau memerintahkan agar seluruh kegiatan yang dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak bencana ini betul-betul dimaksimalkan sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik," ungkap Kapolri.


Melalui pantauan udara dan penyaluran bantuan ini, Polri memastikan seluruh upaya penanganan bencana di Sumatera Utara berjalan cepat, terkoordinasi, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat yang paling terdampak. Kapolri menegaskan komitmen bahwa Polri akan terus berada di garis depan untuk membantu warga hingga situasi kembali pulih.

Senin, 01 Desember 2025

Polrestabes Surabaya Amankan Tersangka Penganiayaan Berujung Maut di Simpang Dukuh*


 *


SURABAYA – Terduga pelaku penganiayaan hingga meninggal dunia terhadap seorang pemuda M.R. (24) warga Taman, Sidoarjo saat berada di Ibiza Club, Jalan Simpang Dukuh Surabaya, kini telah diamankan oleh Polrestabes Surabaya Polda Jatim.


Korban MR meninggal dunia setelah dianiaya menggunakan pecahan botol minuman keras oleh rekannya sendiri saat berada di tempat hiburan malam Jalan Simpang Dukuh Surabaya.


Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan menjelaskan berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula pada Rabu malam (26/11/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. 


Pelaku A.K. (40) bersama korban dan Lima rekannya menenggak miras di tempat kos pelaku yang berada di kawasan Bungurasih, Sidoarjo. 


Dalam keadaan terpengaruh alkohol, mereka sepakat melanjutkan pesta ke Ibiza Club Surabaya.


Sekitar pukul 00.30 WIB rombongan tiba di lokasi hiburan malam tersebut dan memesan ruang Hall VIP 2. 


"Mereka kemudian kembali memesan beberapa botol minuman beralkohol,"kata Kombes Luthfi, Senin (01/12/2025).


Lebih lanjut Kombes Pol Luthfi menerangkan, kejadian berawal dari ketegangan hingga menyulut emosi pelaku sekitar pukul 02.00 WIB.


"Korban tak sengaja menjatuhkan botol minuman hingga pecah," kata Kombes Luthfi.


Pelaku yang sudah dalam kondisi mabuk tersulut emosi dan menegur korban dengan nada keras. 


Korban balik tersinggung hingga keduanya terlibat perkelahian.


Dengan amarah memuncak dan kendali diri hilang, pelaku mengambil pecahan botol kaca dan memukulkannya ke kepala korban sebanyak Tiga kali. 


"Korban pun terjatuh bersimbah darah dan tak sadarkan diri," tandasnya.


Sementara itu rekan–rekan korban berupaya memberikan pertolongan, namun kondisi korban makin kritis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. 


Polisi yang menerima laporan segera melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti.


“Pelaku mengaku spontan melakukan pemukulan karena emosi dipukul lebih dulu oleh korban. Namun tindakan itu tetap tidak dapat dibenarkan karena telah menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Kombes Luthfi.


Pelaku dijerat dengan Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan Kematian. 


"Ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara membayangi pelaku atas tindak kekerasan fatal tersebut," jelas Kombes Luthfi.


Kasus ini kembali menegaskan bahwa konsumsi alkohol tidak jarang membuka pintu pada konflik dan hilangnya nyawa manusia. 


"Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam berkegiatan dan menghindari miras yang dapat memicu tindakan kriminal," pungkas Kombes Luthfi. (*)

*Dalam Forum Internasional, Prof. Yusril dan Wakapolri Serukan Penguatan Kerangka Hukum Global untuk Lindungi Perempuan dan Anak dari TPPO*

Semarang – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. dan...